Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Impian untuk Anakku

Jaman Edan Saya merasakan jaman ini seperti jaman edan. Mengapa tidak? Dunia yang sederhana menjadi serba rumit. Dunia yang penuh dengan kekayaan untuk semua makhluk yang tinggal di atasnya, dieksploitasi untuk keuntungan segelintir orang saja. Orang tidak lagi berlomba menanam bahan pangan untuk kelangsungan hidup, tetapi orang berlomba untuk menanam uang. Dunia menjadi sedemikian kompetitif, dikuasai oleh industri dan kapitalisme yang membuat manusia menjadi konsumtif dan tidak lagi produktif. Orang berlomba memenuhi kebutuhan tersier mereka, dan bukan hidup yang sederhana. Perkembangan teknologi dan informasi sedemikian cepat, dengan dalih mempermudah manusia dalam beraktifitas, namun sesungguhnya orang telah terjebak menjadi budak teknologi. Mulai dari sekedar yang biar keren punya gadget terbaru, sampai yang terpaksa tertatih-tatih membeli gadget tertentu karena tuntutan pekerjaan meski harus utang sana sini untuk memilikinya.   Menjadi orangtua jaman sekarang bukan...

Suatu Hari Minggu di Bilik Literasi

Pada hari Minggu, 18 Mei 2014, aku ‘dolan’ ke bilik literasi bersama suami dan kedua anakku. Sebenarnya ingin sekali aku terlibat dalam kegiatan tiga hari sinau pendidikan mereka, yang dimulai hari Jumat tanggal 19 Mei lalu. Suasana menjelang Ujian Sekolah membuatku tertahan dan tak dapat mengikutinya. Maka aku berangkat hari Minggu untuk membayar rasa penasaran dan keingin tahuanku. Penyambutan yang sangat manis. Kami dijemput dari Bilik Literasi oleh dua orang. Mas Priyadi, seorang pendongeng, dan Mas Tain, seorang esaist. Setiba di sana, sekitar lima belas orang sedang berdiskusi. Mas Kabut (Bandung Mawardi) keluar dan menyambut. Sambutan yang hangat disertai makan siang karena saat kami datang hampir tiba waktu makan siang. Mereka, para pembelajar itu, duduk melingkar, lesehan di atas karpet. Pembicaraan terjadi sambung menyambung. Menakjubkan. Pembicaraan diakhiri. Makan siang menjadi agenda selanjutnya. Seusai makan, aku mencoba bergabung dan berbicara dengan beberapa ...